Mereka Tak Berguna

mereka tempat menuangkan perasaan, tempat berbagi cerita, tempat berbagi masalah, dan juga… tempat berbagi perasaan. mereka terkadang dipanggil Sahabat, Guru BK, Saudara, Teman, dan bisa juga kolom yang bertuliskan “apa yang anda pikirkan?” “apa yang baru?” ya bener, namanya media sosial.

ah sial, persepsi yang aku anut selama ini, salah. mungkin dengan bercerita dengan mereka, aku masih bisa bernafas lega, tetapi aku lupa satu hal, dengan bercerita dengan mereka , itu sama hal-nya dengan aku menyusahkan mereka. atau bisa jadi.. mereka hanya mendengarkan, memberikan solusi yang tidak akan aku kerjakan sama sekali.

persepsi baru yang aku pelajari sendiri, apapun yang mengganggu perasaanku, entah itu senang atau sedih, aku tidak perlu bercerita kepada mereka, masih ingat mereka yang ku jelaskan tadi kan? aku harap kau tidak amnesia. aku hanya perlu menuangkan di dalam ‘tulisan’. yaa, bagiku itu ‘lebih dari cukup’ untuk mewakili seorang pendengar.

aku tidak perlu pendengar yang baik, rugi, aku sudah banyak bercerita mereka hanya mendengarkan dengan baik. aku tidak perlu penasehat yang bijak, sebijak apapun mereka, yang bisa memahami diriku sendiri adalah aku. aku berani bertaruh, penasehat yang bijak pun terdakang tidak bijak menyikapi perasaan atau masalahnya sendiri, sebegitu lucunya kadang. aku hanya butuh menulis, berbagi perasaan sekaligus mengenang. itu lebih menyenangkan bukan? bagiku itu sangat menyenangkan daripada bercerita dengan mereka. kau tidak percaya ya? sini aku beri contoh, jadi tuh begini, “jika kau menuliskan sesuatu yang baik/senang, kau menulis sambil mengenang, bahkan saat itu juga kau tidak lupa mengukir senyum di bibir mu, kau hanya menikmatinya sendiri, jika kau bercerita kepada mereka, ku bilang sekali lagi, kau menyusahkan mereka. bagaimana jika kau bercerita tentang hal baik/senang, mereka dalam keadaan sedih? kau jangan egois, itu tidak adil” . itu contoh yang pertama.

kau masih tidak percaya ya? aku beri contoh yang ke-dua; “jika kau menuliskan sesuatu yang buruk/sedih, kau menulis, mengenang, bahkan mungkin kau sampai menangis, lalu kau sadar cerita yang kau tulis lama selesainya, ku tau kenapa lama selesainya? satu hal yang perlu kau tau, menangis lebih memakan tenaga dan pikiran daripada tersenyum. sama hal nya mengenang sesuatu yang buruk/sedih dengan sesuatu yang baik/senang. disaat itu juga kau bakalan tersadar, cerita yang kau tulis tak kunjung selesai, bahkan sebelum cerita itu selesai kau sudah capek, tenaga dan pikiran kau pun terkuras”

jika kau bertanya, jadi intinya apa? siap, aku akan jelaskan lagi. dengan menulis kau akan sadar bagaimana kau tidak akan terpaku pada hal yang buruk/sedih lagi. kau bakalan lebih tenang setelah kau menulis, daaan cobaa… kau bandingkan dengan bercerita dengan mereka-mereka yang aku sebutkan tadi, disaat kau bercerita, terkadang mereka memperumit dengan persepsi mereka sendiri, terkadang mereka juga menanyakan lebih rinci kronologisnya, kau tau? itu hanya membuat kau lebih capek, lebih menguras pikiran, ya sama saja kau mengingat berulang kali ketika menanyakan hal hal tersebut lebih rinci, rumit bukan?, bodohnya lagi terkadang kau bercerita kepada mereka yang terkadang juga bingung dengan jalan cerita hidup mereka sendiri. tetapi jika kau menulis, kau hanya perlu bercerita sekali, tidak ada pertanyaan bodoh yang membuat kau perpikir berkali kali, menangis berkali kali. dan kau tidak perlu menulisnya berkali kali.

sesuatu yang telah berlalu kita ceritakan dalam tulisan, hanya untuk dipahami, dimengerti,  dijadikan perlajaran, bukan untuk ‘terpaku’ pada satu kisah.

“jangan lupa mencari kisah baru yang akan di tuliskan dalam lembaran baru”

segini dulu, sekarang kau paham betapa tak bergunanya mereka dan betapa berharganya dirimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s